.

Candi Candi di Indonesia

Written By toni tri widodo on Minggu, 12 Februari 2012 | 01.41


Candi di Indonesia

Pada suatu era dalam sejarah Indonesia, yaitu dalam kurun abad ke-8 hingga ke-10 tercatat sebagai masa paling produktif dalam pembangunan candi. Pada kurun kerajaan Medang Mataram ini candi-candi besar dan kecil memenuhi dataran Kedu dan dataran Kewu di Jawa Tengah dan Yogyakarta.


Candi Borobudur merupakan monumen Buddha terbesar di dunia

Hanya peradaban yang cukup makmur dan terpenuhi kebutuhan sandang dan pangannya sajalah yang mampu menciptakan karya cipta arsitektur bernilai seni tinggi seperti ini. Beberapa candi yang bercorak Hindu di Indonesia adalah Candi Prambanan, Candi Jajaghu (Candi Jago), Candi Gedongsongo, Candi Dieng, Candi Panataran, Candi Selogrio,Candi Pringapus, Candi Singhasari, dan Candi Kidal.[8] Candi yang bercorak Buddha antara lain Candi Borobudur dan Candi Sewu.[8] Candi Prambanan di Jawa Tengah adalah salah satu candi Hindu-Siwa yang paling indah.[9] Candi itu didirikan pada abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.[9]


Sebaran candi Hindu dan Buddha di Indonesia

Di Indonesia, candi dapat ditemukan di pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan, akan tetapi candi paling banyak ditemukan di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kebanyakan orang Indonesia mengetahui adanya candi-candi di Indonesia yang termasyhur seperti Borobudur, Prambanan, dan Mendut.[7]

Nama candi

Kebanyakan candi-candi yang ditemukan di Indonesia tidak diketahui nama aslinya. Kesepakatan di dunia arkeologi adalah menamai candi itu berdasarkan nama desa tempat ditemukannya candi tersebut. Candi-candi yang sudah diketahui masyarakat sejak dulu, kadang kala juga disertai dengan legenda yang terkait dengannya. Ditambah lagi dengan temuan prasasti atau mungkin disebut dalam naskah kuno yang diduga merujuk kepada candi tersebut. Akibatnya nama candi dapat bermacam-macam, misalnya candi Prambanan, candi Rara Jonggrang, dan candi Siwagrha merujuk kepada kompleks candi yang sama. Prambanan adalah nama desa tempat candi itu berdiri. Rara Jonggrang adalah legenda rakyat setempat yang terkait candi tersebut. Sedangkan Siwagrha (Sanskerta: "rumah Siwa") adalah nama bangunan suci yang dipersembahkan untuk Siwa yang disebut dalam Prasasti Siwagrha dan merujuk kepada candi yang sama. Berikut adalah sebagian kecil candi-candi yang dapat diketahui kemungkinan nama aslinya:
Nama CandiDusun dan DesaNama AsliNama Lain
Gunung Wukir(Jawa: "gunung berukir")Canggal, KadiluwihSiwalingga (?) (berdasarkan prasasti Canggal)
BorobudurBumisegoro, BorobudurBhumisambharabudhara(Sanskerta:"sepuluh tingkatan kebajikan bodhisatwa", berdasarkanprasasti Tri Tepusan)Jinalaya (berdasarkanprasasti Karangtengah),Budur (berdasarkanNagarakretagama)
MendutMendut, MungkidVenuvana (Sanskerta: "hutan bambu" berdasarkan prasasti Karangtengah)
Pawon (Jawa: "dapur" atau "pa-awu-an", tempat abu)BajranalanVajranala (?) (Sanskerta: "api halilintar" berdasarkan nama desa)
PrambananPrambananShivagrha (Sanskerta:"rumah Siwa", berdasarkan prasasti Siwagrha)Rara Jonggrang (legenda setempat)
Sewu (Jawa: "seribu", terkait legenda Rara Jonggrang)Bener, BugisanManjusrigrha (Sanskerta:"rumah Manjusri", berdasarkan prasasti Kelurak dan prasasti Manjusrigrha)
Ratu Boko (Jawa: "raja Boko", terkait legenda Rara Jonggrang)SambirejoAbhayagiri (Sanskerta:"gunung yang aman dari bahaya", prasasti Abhayagiri Wihara)
KalasanKalibening, KalasanKalaça (nama desa berdasarkan prasasti Kalasan)Tara<grha> (?) (berdasarkan prasasti Kalasan candi ini dipersembahkan untuk dewi Tara)
PenataranPenataran, NglegokPalah (Nagarakretagama)
JawiCandi Wates, PrigenJajawa (Nagarakretagama)
JagoTumpangJajaghu (Nagarakretagama)
Bajang Ratu(Jawa:"raja cacat")Temon, TrowulanÇrenggapura atau Sri Ranggapura(Sanskerta:"Istana Sri Rangga", berdasarkan Nagarakretagama, pedharmaan raja Jayanegara)
JabungJabung, PaitonVajrajinaparamitapura(Sanskerta:"Istana Wajra Jina (Buddha) Paramita", berdasarkanNagarakretagama)Sajabung (Pararaton)
Selebihnya, nama candi-candi lain biasanya dinamakan berdasarkan nama desanya.

Referensi



  1. ^ Soekmono, Dr R. (1973). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta, Indonesia: Penerbit Kanisius. hlm. 81. ISBN 979-413-290-X.
  2. ^ Curriculum Corporation (Australia), "Suara siswa, Jilid 3", Curriculum Corporation, 1993, 1863661352, 9781863661355.
  3. ^ a b Sri Pujiastuti, Dkk, "IPS TERPADU : - Jilid 1B", ESIS, 9797346943, 9789797346942.
  4. ^ a b Nana Supriatna, "Kenali Lingkungan Sosialmu", PT Grafindo Media Pratama, 9799281253, 9789799281258.

0 komentar:

Poskan Komentar

Boleh Menyebar Luaskan, Atau Mengcopy Paste Artikel Ini Jika Memang Bermanfaat. tampa Harus Menyertakan Link Aktif, SILAHKAN COPY PASTE , INDAHNYA BERBAGI ILMU.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

SPOTFLAS