.
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

7 Keutamaan Di Bulan Ramadhan

Written By Unknown on Jumat, 05 Juli 2013 | 07.47

Ramadhan adalan bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan Islam). Bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam karena terdapat banyak keutamaan di dalamnya. Ibarat petani, Bulan Ramadhan adalah saat panen raya. Dibaratkan panen raya disebabkan bulan ini merupakan waktu dimana berbagai amal kebaikan dilipat gandakan pahalanya jauh melebihi waktu-waktu diluar Ramadhan. Berikut keutamaan-keutamaan Bulan Ramadhan tersebut;

1. Ramadhan adalah Bulan diturunkannya Al-Quran

keutamaan ramadhan
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah 185)

2. Bulan Pendidikan untuk Mencapai Ketaqwaan

bulan ramadhan
“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS. Al Baqarah 183)

3. Bulan Pernuh Keberkahan
"Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil mem¬peroleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya." (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

4. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)
“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

5. Bulan Dilipatgandakanya Amal Sholeh
Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori-Muslim).

6. Dibuka Pintu Surga, Ditutup Pintu Neraka
“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)

7. Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan yaitu Lailatul Qadar
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

Luar biasa bukan keutamaan Bulan Ramadhan? Sudah sepantasnya jika kita mempersiapkan diri menyambut bulan yang agung tersebut dengan persiapan yang cukup, baik fisik, rokhani, maupun ilmu agar ibadah yang kita jalankan lebih sempurna dan mendapatkan semua yang dijanjikan Allah SWT.

Tulisan dihimpun dari berbagai sumber Agama

07.47 | 0 komentar | Read More

Malam Lailatul Qodri dan Keistimewaanya

Bulan Puasa Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Salah satu keistimewaan bulan ini adalah satu malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, yakni Lailatul Qadar (malam seribu bulan).

Banyak ayat di dalam Al-Quran yang menceritakan tentang keistimewaan malam ini. Diantaranya adalah Firman Allah SWT:

    “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS: Al-Qadr (97) ayat 1-5).

Dikatakan satu malam dengan barakah seperti 1000 bulan, karena di malam tersebut para malaikat dan Jibril turun ke bumi serta memohon kepada Allah SWT agar mengkabulkan doa’-do’a hambanya. Kemuliaan malam ini berakhir dengan terbitnya fajar.

Lantas tahukah Anda mengenai tanda-tanda malam Lailatul Qadar itu akan datang? Berikut adalah beberapa tanda yang pernah digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadistnya.

    Udara dan suasana pagi yang tenang. Dari Ibnu Abbas radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah”.
    Cahaya matahari melemah keesokan harinya, bersinar cerah tapi tidak kuat. Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan”.
    Bulan nampak separuh bulatan. Dari Abu Hurairoh radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan”.
    Malam yang terang, tidak dingin, tidak berawan, tidak hujan, tidak panas, tidak ada angin kencang, dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan binatang (lemparan meteor bagi setan). Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah SAW: “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)”.
    Terkadang terbawa ke dalam mimpi. Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.
    Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Semoga dengan keterangan di atas, semakin menambah kesempurnaan Kita dalam melaksanakan Puasa Ramadhan kali ini.

00.19 | 0 komentar | Read More

Marhaban Ya Ramadhan

Terimakasih ya Allah, telah memberi hamba kesempatan untuk menikmati Ramadhan tahun ini

ada beberapa sikap seorang Mukmin dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan ini, diantaranya adalah :

1.“Alfarhu”
Hatinya merasa gembira, dan bersuka cita dengan kedatangan bulan Ramadhan ini, karena dipanggil Allah Subhanahu wata’ala untuk melaksanakan shaum, karena dirinya meengetahui sepenuhnya bahwa dengan puasa ini Allah akan mengangkat derajatnya menjadi hambaNya yg bertaqwa, sesuai dengan firmannya :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah 183)

2. “Attazzikiyah”
Berusaha untuk membersihkan hati agar hatinya terbebas dari penyakit-penyakit hati yang menyebabkan dirinya sulit untuk mengakses “nur” rahasia hikmah yang tersembunyi di balik bulan Ramadhan dengan selalu memperbanyak bacaan istigfar, mohon ampunan kepada Allah dan tidak lupa dengan melipatgandakan sedekah kepada kaum fakir.

3.“Al ilmu”
Selalu belajar dan terus belajar untuk mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya terutama dalam mepelajari tujuan, hikmah, keutamaan, amal-amal utama dan hal-hal yang dapat mengurangi bahkan merusak nilai ibadah puasanya.

4. “Al-Maghfirah”
Memohon ampunan dari Allah, dan meminta maaf kepada orangtua, suaminya atau istri tercintanya, tidak lupa juga kepada kerabat, saudara, handai taulan dan para tetangga serta sahabat-sahabat. Agar dimaafkan dari segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Semoga saya dan sahabat-sahabatku tercinta bisa dimudahkan oleh Allah SWT untuk selalu istiqomah dan mudawamah dalam melaksanakan perintah-perintahNya, terutama perintah ibadah puasa yang akan kita hadapi dalam beberapa hari lagi.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan

00.06 | 0 komentar | Read More

Marhaban ya Romadhon "kiat mempersiapkan kedatangan bulan Romadhon"

Written By Unknown on Jumat, 28 Juni 2013 | 07.02


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
"Allahumma bariklanaa fii rajab wa sya'ban, wa balighnaa ramadhaan... ." "Yaa Allah berkahilah kami di bulan Rejab dan bulan Syaaban dan sampaikanlah usia kami menjumpai Ramadhan... "
Persiapan menyambut bulan suci Ramadhan tidaklah boleh diambil mudah ( ringan ), terlebih ketika telah memasuki bulan Syaaban, baik dari segi persiapan fisikal, persiapan pengetahuan tentang Ramadhan / Shiyam, persiapan mental /aqidah dan juga persiapan spiritual. Dari seluruh aspek tersebut, mari kita persiapkan penyambutan Ramadhan secara optimal.

MARHABAN YA RAMADHAN
Ramadhan, Bulan yang dirindukan telah tiba, ahlan wa sahlan, marhaban bika ya Ramadhan. Ramadhan adalah bulan nan penuh barakah, indah penuh maghfirah, yang di dalamnya Allah turunkan kitab mulia, petunjuk dan cahaya, di dalamnya Allah memberikan kemenangan besar bagi hambaNya pada saat perang Badr. Untuk itu amal sholeh yang dilakukan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bagaikan derasnya hembusan angin dan air yang mengalir. Para sahabat dan salafussaleh senantiasa berlumba-lumba meraih keredhaan Allah dengan meraih kebaikan dan amal ibadah pada bulan tersebut. Akan tetapi yang sangat memilukan hati adalah keadaan umat Islam pada masa kini yang mulai lemah untuk berlumba-lumba dalam kebaikan.

Keutamaan Bulan Ramadhan : Rasulullah bersabda : " Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan kepadamu untuk berpuasa, pada bulan ini pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para syaitan diikat, juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikan maka dia tidak memperoleh apa-apa " Ahmad dan An-Nasa'i.

Diwajibkan Puasa Ramadhan : Allah berfirman, ertinya : " Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa " QS Al-Baqarah : Ayat 183.

Definisi Puasa : Shaum ( puasa ) adalah menahan diri dari makan dan minum dan perkara-perkara yang membatalkan puasa disertai dengan niat dan dilaksanakan pada waktu khusus dan dari orang-orang yang khusus pula.

Rukun Puasa : 1. Niat sebelum terbit fajar. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda : " Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum ( terbit fajar ), maka tidaklah sah puasanya ". Ahmad dan Abu Dawud
2. Menghindari perkara-perkara yang dapat membatalkan puasa, seperti : makan, minum, bersetubuh, dan lain-lain.
3. Memenuhi syarat puasa : a. Muslim b. Berusia baligh ( dewasa ) c. Berakal d. Mampu untuk berpuasa e. Tidak terhalang oleh sesuatu, seperti: haid, nifas, sakit dan lain-lain.

Perkara Yang Membatalkan Puasa : 1. Makan dan minum dengan sengaja, jika dilakukan kerana lupa maka puasanya tidak batal 2. Bersenggama 3. Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam perkara ini adalah suntikan vitamin yang mengenyangkan. 4. Mengeluarkan mani baik kerana onani, bersentuhan, ciuman, atau sebab lainnya dengan sengaja 5. Muntah dengan sengaja
Peringatan Bagi Orang Yang Meninggalkan Puasa Tanpa Alasan : Dibawakan oleh Abu Umamah Al Bahili, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda : " Ketika aku sedang tidur tiba-tiba ada dua orang yang datang dan memegang pangkal lenganku dan membawaku ke sebuah gunung yang tinggi seraya berkata; " naiklah! " aku berkata; " aku tidak boleh ", keduanya berkata lagi; " kami akan memberi kemudahan kepadamu ", lalu akupun naik sampai ke pertengahan, tiba-tiba terdengar suara kuat. Aku bertanya; " Suara apa itu? " Mereka menjawab; " Itu suara teriakan penghuni Neraka " Kemudian mereka membawaku mendaki lagi, tiba-tiba aku melihat sekelompok orang yang digantung dengan urat belakang mereka, dari pinggiran mulutnya mengeluarkan darah. Aku bertanya; " Siapakah mereka?" Dijawab; " Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa ( pada ) bulan Ramadhan sebelum tiba waktunya " . HR. Al-Bukhari dan Muslim

Shalat Tarawih : " Mereka sentiasa mengambil sedikit sahaja : Masa dari waktu malam, untuk mereka tidur. Dan pada waktu akhir malam ( sebelum fajar ) pula, mereka selalu beristighfar kepada Allah ( memohon ampun ). " QS Az-Zaariyaat : Ayat 17 - 18
Sanjungan dan pujian dari Allah bagi yang senantiasa mendirikan sholat di malam hari.

Hukum Dan Bilangan Sholat Tarawih : Sholat tarawih hukumnya sunnah, lebih utama berjamaah, demikian pendapat masyhur yang dilaksanakan oleh para sahabat. Ada pendapat yang mengatakan bahawa sholat ini tidak ada batasan bilangannya, iaitu boleh dikerjakan dengan 20 ( dua puluh ) raka'at, 11 ( sebelas ), atau 13 ( tiga belas ) raka'at. Akan tetapi lebih baik apabila sholat tarawih dilakukan dengan 11 (sebelas) raka'at, dikeranakan beberapa perkara : 1. Para sahabat Nabi sholat dengan 11 raka'at, padahal mereka adalah generasi terbaik yang lebih mengetahui tentang Al Quran dan As Sunnah. Dari Imam Malik dari Muhammad bin Yusuf dari Sa'id bin Yazid, ia berkata : " Umar bin Khatthab memerintahkan Ubay bin Ka'ab dan Tamim Ad-Dariy supaya keduanya sholat mengimami manusia dengan 11 raka'at " HR Malik dalam Muwaththa : 1/115
2. Adanya hadith shahih 'Aisyah berkata : " Tidaklah Rasulullah sholat ( sunnah ) pada bulan Ramadhan dan tidak pula ( sunnah ) lainnya lebih dari sebelas raka'at " HR Bukhari dan Muslim
Jabir bin Abdullah berkata : " Sesungguhnya Nabi menghidupkan malam Ramadhan ( lalu ) sholat dengan delapan raka'at lalu witir HR Ibnu Hibban
3. Dalam sholat diharuskan untuk khusyu', tuma'ninah, dihayati, serta membacanya dengan tartil. Akan tetapi fenomena yang ada pada sebahagian kaum muslimin adalah tanpa tuma'-ninah, tergesa-gesa, tidak tartil dalam melaksanakan sholat tarawih, semua ini tidak tercapai dikeranakan jumlah yang terlalu banyak ( 23 raka'at ).
4. Darjat hadith sholat tarawih 23 raka'at, adalah dha'if ( lemah ) sehingga tidak dapat dijadikan dasar hukum dalam beramal.
Mereka berdasar pada hadith : " Dari Ibnu Abbas sesungguhnya Nabi sholat di bulan Ramadhan dua puluh raka'at ( tidak termasuk witir ) " HR Ibnu Abi Syai-bah, Thabrani, Baihaqi, dan lain-lain
Dalam riwayat lain ada tambahan: " Dan ( Nabi ) witir ( setelah sholat dua puluh raka'at ) "
Riwayat ini semuanya dari jalan Abu Syaibah yang namanya Ibrahim bin Utsman dari Al-Hakam dari Miqsam dari Ibnu Abbas.
1. Imam Baihaqi berkata : " Abu Syai-bah menyendiri dengannya dan dia itu lemah "
2. Imam Al Haitsami berkata : " Sesungguhnnya Abu Syaibah ini lemah " Kitab Majmauz Zawaid 3/172
3. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata : " Isnadnya dhaif " Kitab Al Fath - Syarah Bukhari
4. Al Hafidz Zaila'i telah melemahkan isnadnya. Kitab Nashbur Rayah 2/153
5. Imam Shan'ani berkata : " Tidak ada yang sah dari Nabi sholat di bulan Ramadhan dengan dua puluh raka'at " Kitab Subulus Salam
6. Syaikh Al Albany mengatakan : Maudhu' ( hadith palsu ) Kitab Silsilah Hadith Dhaif wal Maudhu' & Irwaul Ghalil

Keterangan Ulama Ahlu Hadith Tentang Hadits 23 Raka�at : 1. Imam Ahmad, Abu Dawud, Muslim, Yahya dan Ad Daruquthni berkata: " ( Darjatnya ) lemah "
2. Imam At Tirmidzi : Hadith Mungkar
3. Imam Bukhari : Ulama ahli hadith diam tentangnya
4. Imam Nasa'i : Matrukul hadith (hadithnya ditinggalkan )
5. Imam Abu Hatim : Hadith lemah, ulama diam tentangnya dan ahli hadith meninggalkan hadithnya.

Kesimpulan : 1. Riwayat yang menerangkan bahawa di zaman Umar bin Khatthab, bahawa para sahabat sholat tarawih 23 raka'at tidak ada satupun yang shahih. Bahkan dari riwayat yang shahih kita ketahui bahawa Umar bin Khatthab mengerjakan sholat tarawih dengan 11 raka'at sesuai dengan contoh Rasulullah.
2. Adapun hadith yang diriwayatkan dari Yazid bin Ruman : " Adalah manusia pada zaman Umar bin Khatthab mereka sholat ( Tarawih ) di bulan Ramadhan 23 raka'at " HR Malik
Keterangan : Hadith ini tidak sah sebab terputus sanadnya, kerana Yazid bin Ruman yang meriwayatkan hadith ini tidak bertemu ( tidak sezaman ) dengan Umar bin Khatthab, sanadnya terputus, dalam ilmu musthalah hadith termasuk hadith dha'if ( lemah ).
Hadith di atas bertentangan dengan riwayat yang shahih. Setelah kita mengetahui keshahihan dasar hukum dari hadith-hadith yang shahih, maka tidak ada jalan lain bagi kita untuk mengikuti yang haq dari Al Quran dan As sunnah.

Fatwa Puasa : Fatwa ini dikeluarkan oleh Lembaga Fatwa Saudi Arabia yang beranggotakan ulama-ulama besar Saudi Arabia.
1. Menggunakan Ubat Gigi Tidak mengapa menggunakan ubat gigi pada siang hari di bulan Ramadhan sambil menjaga diri agar tidak tertelan, seperti halnya disyariatkannya bagi orang yang berpuasa menggosok gigi pada waktu pagi dan petang kerana keumuman hadith Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam : " Menggosok gigi itu dapat membersihkan mulut dan menjadikan keredhaan Allah " HR An-Nasai dan Ibnu Khuzaimah
2. Mendengar azan fajar ( subuh ) tetapi tetap melanjutkan makan dan minum.
Diwajibkan bagi orang mukmin untuk menghentikan makan dan minum atau sesuatu yang membatalkan puasanya ketika jelas tampak terbit fajar, apabila sedang melakukan puasa wajib seperti puasa Ramadhan dan puasa nazar.
Allah berfirman, ertinya : " Makan dan minumlah kalian sehingga terang bagimu benang putih dari benang hitam iaitu fajar, kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam hari ". QS Al-Baqarah : Ayat 187
Iaitu jika mendengar adzan dan dia adzan Shubuh.
3. Seseorang yang sakit yang tidak boleh diharapkan kesembuhannya, maka hendaklah dia berbuka dan memberikan makanan kepada orang mukmin yang miskin ( fidyah ) setiap hari untuk berbuka.
4. Sholat merupakan salah satu rukun dari rukun Islam dan merupakan penguat dari rukun Islam yang lainnya setelah Syahadat yang hukumnya fardhu 'ain, meninggalkan kerana menentang keberadaannya atau membenci dan malas bererti kufur. Adapun orang yang melaksanakan puasa dan sholat pada waktu bulan Ramadhan saja maka dia telah menipu Allah, mereka itulah seburuk-buruknya manusia kerana mereka tidak mengenal Allah kecuali pada bulan Ramadhan sahaja, maka puasanya tidak sah apabila dia meninggalkan sholat pada bulan lainnya.

07.02 | 0 komentar | Read More

Download Kitab-Kitab Islami

Written By Unknown on Jumat, 02 November 2012 | 10.05

10.05 | 0 komentar | Read More

Download Album Sholawat Vol. 8 -Syech Abdul Qodir Assegaff

Awal November 2010, Ahbaabul Musthofa Record kembali merelease CD Qosidah Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf, yang berisi Qoshidah Qashidah terbaru dengan hit Qoshidah Yaa Hananaa, selama 2 minggu peluncurannya, CD Qosidah Vol. 8 ini telah banyak mendapat kesan di hati para Pencinta Qoshidah, terbukti dengan terjualnya sampai dengan 5.000 keping CD.
Semoga dengan mendengarkan CD Qoshidah ini dapat menambah ketaqwaan kita kepada Sang Pencipta Semesta Allah SWT, dan lebih Mencintai lagi Rosulullah Muhammad SAW.
Berikut ini daftar lagu dan link download mp3nya.

66. Ya hanana vol.8.mp3
67. la ilaha illallah Vol.8.mp3
68. Mammada Vol.8.mp3
69. Nurul musthofa Vol.8.mp3
70. Anta nasachoh Vol.8.mp3
71. Ya rosulallah ya ahlal wafa Vol.8.mp3
72. Ya Thoyyibah Vol.8
09.55 | 0 komentar | Read More

Download Album Syi'ir Syi'iran - Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf


Ini adalah album sholawat live show dari Pondok Pesantren Darut taqwa Kudus 2011 di malam akhirussanahnya... dan pada album sholawat ahbabul mustofa dan habib syech bin abdul qodir assegaf ini merupakan pilihan sholawat yang ditampilkan serta kami lengkapi/ berikan teks arabnya berikut daftar lagu dan teksnya
01. Syi'ir - Syi'iran (Syair tanpo Waton) - Habib Syech (Live Kudus 2011)
02. Ya Hanana - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
03. Solatun - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
04. Ya Habibana Sya'ailillah - Habib Syech (Live Kudus 2011)


05. Ya Rasulallah - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
06. Ya 'Ala Golbin - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
07. Ya Habibi - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
08. Ya Habibana - - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3

1. Ya Laqolbi
يَا لَقَلبٍ سُرُو رُهُ قَد تَوَا لى بِحَبِيبٍ عَمَّ الاَنَا مَ نَوَالاَ

ya laqolbin suruuruhu qod tawala bihabibin ‘ammal anaa ma nawaala

جَلَّ مَن شَرَّفَ الوُجُودَ بِنورِ غَمَرَ الكَونَ بَهجَةً وَجَمَالاَ

jalla man syarrofal wujuuda binuri ghomarol kauna bahjatawwa jamaala

قَد تَرَقَّ فِى الحُسنِ اَعلى مَقَامِ وَتَنَا هى فِى مَجدِهِ وَتَعَالى

qod taroqqo fil husni a’ala maqoomi wa tana ha fi majdihi wa ta’aala

لاَحَظَتهُ العيُونُ فِيمَا اجتَلَتهُ بَشَرًا كاَ مِلاً يُزِيحُ الضَّلاَلاَ

la hadzothul ‘uyunu fimajtalathu ba syaron kamilayyuzi hudhdholala

وَهوَ مِن فَوقِ عِلمِ مَا قَد رَاَتهُ رِفعَةً فِى شُؤُو نِهِ وَكَمَالاَ

wahwa min fauqi ‘ilmi ma qod roathu rif’atan fi syu’uunihi wa kamala


dari kitab maulid simtuddurar habib ali bin muhammad bin husain al habsyi
“bahagia dan sukaria berdatangan merasuki kalbu
menyambut datangnya kekasih Allah pembawa anugerah bagi seluruh manusia
Maha Agung Dia yang telah memuliakan wujud ini dengan nur berkilauan
meliputi semuanya dengan kerianan dan kecantikan
mencapai tingkat keindahan tertinggi
menjulang mengangkasa dengan kemuliaanya
mata memandang penuh damba
bentuk insan sempurna pengikis segala yang sesat
meskisesungguhnya keluhurandan kesempurnaannya
melampaui segala yang bisa dicapai pengetahuan yang manapun jua”

2. Ya Habibana 'Ali syailillah
يَا حَبِيبَنَا

يَاحَبِيبَنَا عَلِى شَيئ لله

يَااِمَامِ ابنِ الاِمَم شَيئ لله

اَشرَقَ البَدرُ عَلَينَ وَاختَفى بَدرُ التَّمَامِ

مِثلَ حُسنِه مَارَأَينَا فِى العِرَاقَينِ وَشَامِ

رَبِّ فَجعَل مُجتَمَعنَا غَايَتُهُ حُسنُ الخِتَامِ

وَاعطِنَامَاقَد سَاَلنَا مِن عَطَايَكَ الجِسَام

وَاكرِمِ الاَروَاحَ مِنَّا بِلقَا خَيرِ الاَنَام

وَابلِغِ المُختَارَ عَنَّا مِن صلَاةِ وَسَلاَمِ

3. Sholatun
صَلاَةٌ بِالسَّلاَم

صَلاَةٌ بِالسَّلاَمِ المُبِينِ لِنُقطَةِ التَّعيِينِ يَاغَرَامِى

Sholatum bissalamil mubiini linuqtotitta’yiini ya ghoromi

نَبِيٌّ كَانَ الصلَ التَّكوِينِ مِن عَهدِ كُن فَيَكُون يَاغَرَامِي

Nabiyyun kana ashlattakwiini min ‘ahdikun fayakun ya ghoromi

اَيَّامَن جَاءَنَا حَقًّا نَذِيرِ مُغِيثًامُسبِلا سُبُلَ الرَّشَادِ

Ayyaman ja ana haqqon nadziri mughiitsam musbilan subularrosyaadi

رَسُولُ اللهِ يَاضَاوِي الجَبِينِ وَيَامَن جَاءَ بِالحَقِّ المُبِينِ

Rasulullahiya dhowil jabiini wa ya man ja a bil haqqil mubiini

صَلاَةُ لَم تَزَل تُتلى عَلَيكَ كَمِعطَارِ النِّسِيمِ تُهدى الَيك

sholatullamtazal tutla alaika kami’thorinnasiimi tuhda ilaika

Maknanya :
Shalawat serta salam ku persembahkan kepada mu wahai kekasih ku
Sebagai bukti keteguhan ku,wahai Nabi saw (kekasih ku)
Engkaulah sebenar2nya pemberi peringatan pada masa mu

Wahai kekasih ku,wahai Rasulullah saw yang bercahaya wajahnya penunjuk jalan kebenaran

Tak lekang sholawat tercurah pada mu wahai pembawa kebenaran,laksana hembusan angin yang kencang.

wallahu a'lam

04. Ya Habibi



يا حبيبي كيف أشقى وأضام

وفؤادي قد بدا بادي الظلام


فتحنن وامحو عني ما بدا
كل نور من ثنا خير الأنام


ما لحبي إن يغب عن ناظري
ترك القلب لديه مستهام


كل حسن في الورى يبدو لنا

من جمال المصطفى داع السلام



Yaa habib Yaa habib Yaa habibi Kaifa asyqoo waudhoom - Wafuaa Wafuaadiy Qodbada baadi baadidh-dholaaam

Fatahannan wamhu 'anni maabadaa -
Kullu nuurin min tsanaa khoiril2 anaam

Maaliyhibiy in-yaghib2 'an naadhiriy -
Tarokalqoul maa ladayhi2 mustahaaaam.

Kullu husnin fil waroo yabduu lanaa - Min jamaa lil mushthofaa daa-'is salaam...

5. Syi'ir -Syi'iran
Astaghfirullah robbal barooya
Astaghfirullah minal khotoya
Robbi zidniy ‘ilman nafi’a
Wa wafiqny ‘amalan sholiha

Aku memohon ampun Ya Allah, Maha penerima taubat
Aku memohon ampun Ya Allah dari pada segala dosa,
Tambahkan kepadaku ilmu yang berguna, berikanlah aku amalan yang dimakbulkan,
Kurniakan kepadaku rezeki yg meluas, terimalah taubat kami dgn taubat nasuha…

Ya Rasulallah... salamun'alaik
Ya rafi’asyani waddaraji
‘Atfata yaji rotal 'alami
Ya uhailalju diwal karomi

Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan 2X

Aku mulai merapalkan syair
Dengan memuji kepada Tuhan
Yang telah memberikan rahmat dan kenikmatan
Siang dan malam tanpa hitungan

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro

Wahai teman-teman pria wanita
Jangan hanya mengkaji syariat saja
Hanya bisa mendongeng, menulis, dan membaca
Pada akhirnya akan sengsara (2x)

Akeh kang apal Qur’an Haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe gak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X

Banyak yang hafal Qur’an-Haditsnya
Suka mengkafirkan kepada lainnya
Kafirnya diri sendiri tidak diperhatikan
Kalau masih kotor hati dan akalnya (2x)

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X

Mudah terbujuk nafsu angkara
Dalam perhiasan megahnya dunia
Iri dan dengki atas kekayaan tetangga
Karena itulah hatinya gelap dan nista (2x)

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X

Mari saudara jangan lupakan
Kewajiban mengkaji disemua runtutannya
Untuk menebalkan iman tauhidnya
Bagusnya pesangon mulia matinya (2x)

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2 X

Yang disebut shaleh bagus hatinya
Karena telah menetap ilmu sirri-nya (ilmu rahasia ke-Tuhanan)
Tindakan tarekat dan ma’rifatnya
Juga hakekat telah merasuk rasanya (2x)

Al-Qur'an qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X

Al-Qur’an qadim, wahyu yang mulia
Tanpa ditulis bisa dibaca
Itu petuah guru yang waskita (ma’rifat)
Ditancapkan di dalam dada (2x)

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat Rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2 X

Menempel hati dan pikiran
Merasuk di badan, semua jeroan (badan bagian dalam)
Mu'jizat Rasul menjadi pedoman
Menjadi jalan masuknya iman (2x)

Kelawan Allah kang Moho Suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X

Terhadap Allah yang Maha Suci
Harus berangkulan siang dan malam
Ditirakati, diriyadhahi (bersusah-payah)
Dzikir dan suluk (jalan menuju Tuhan) jangan sampai terlupa (2x)

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran 2X

Hidupnya tenang merasa aman
Adanya rasa (aman) tanda kalau beriman
Sabar, menerima walaupun pas-pasan
Semua itu ditakdirkan oleh Tuhan (2x)

Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podo rukun ojo ngesio
Iku sunnahe Rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito

Terhadap teman, saudara dan tetangga
Hendaknya rukun jangan saling mendengki
Itulah sunnah Rasul yang mulia
Nabi Muhammad tuntunan kita (2x)

Ayo anglakoni sakabehane
Allah kang bakal ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2X

Mari laksanakan semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
Meskipun terlihat rendah tata lahirnya
Tapi (sebenarnya) mulia kedudukan derajatnya (2x)

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X

Apabila meninggal nanti diakhirnya
Tidak tersesat roh dan sukmanya
Di gadhang (sukai-angkat) oleh Allah, surgalah tempatnya
Tetap utuh mayitnya juga kafannya (2x)

Ya Rasulallah... salamun'alaik
Ya rafi’asyani waddaraji
‘Atfata yaji rotal 'alami
Ya uhailalju diwal karomi

[+/-] Ringkasan...
09.53 | 0 komentar | Read More

Download Album Shollu Ala Nabi - Habib Syech bin Abdul Qodir v.1

Album sholawat ini merupakan Hasil Shoting live "Pasuruan Bersholawat 2012" di warungdowo, pasuruan yang penyelenggaraan berkerja sama dengan Nahdlatul Ulama NU dan TV9 dan pihak sponsor lain bersama Munsyid Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.

Dalam Album ini ada 2 Bonus dari Group Sholawat As Surur Pasuuran dengan irama Hadroh Banjari. Untuk track 03. Habib Syech- AM - Maulid & Sholawat merupakan kumpulan Lantunan Sholawat dan Maulid. Berikut adalah Dartar lagunya dan link mp3nya.
01. habib Syech - Padang Bulan
Klik disini
02. Habib Syech - Syair Tanpo Wathon.mp3
Klik disini
03. Habib Syech- AM - Maulid & Sholawat
Klik disini
04. Habib Syech & AM - Ya Laqolbi.mp3
Klik disini
05. As Surur - Ya Fatah (Bonus).mp3
Klik disini
06. As Surur - Ya Hujrotan (Bonus).mp3
Klik disini
Semoga bermanfaat
09.51 | 0 komentar | Read More

Download ceramah Ustadz Yusuf Mansur

Written By Unknown on Kamis, 01 November 2012 | 20.29

20.29 | 0 komentar | Read More

DOWNLOAD PENGAJIAN DAN SHOLAWAT Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf

Dalam Kumpulan sholawat ini baik diambil dari secara album maupun Live Show Ahbabul Musthofa dari berbagai sumber. Berikut Daftar lagu dan Link Download MP3 Gratis :

01 Ya Habib.mp3
02 Qowiyah.mp3
03 Ya Alloh Biha.mp3
04 Maqoshidna.mp3
05 La ilaha Ilallah.mp3
06 Ya 'ala baitin nabi.mp3
07 Yaa Arhamarrahimiinn.mp3
08 Busyrolanaa.mp3
09 Dunuunii.mp3
10 Lighoiri Jamalikum.mp3
11 Maulana Yaa Maulanaa.mp3
12 Qod Tamammallahu maqosyidana.mp3
13 Habib Syech - Sholawatullohi Taghsya.mp3
14 Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam.mp3
15 Yaa Laqolbi.mp3
16 Yaa Latifa Bil'ibad.mp3
17 Yaa Maulidal Musthofa.mp3
18 Yaa Rasulalloh Salamun Alaik.mp3
19 Yaa Robbi Makkah.mp3
20 Yaa Robbibil Musthofa.mp3
21 Yaa Nabi Salam.mp3
22 Yaa Maulidal Musthofa.mp3
23 Yaa Syayyidarrasul Yaa Tohir.mp3
24 Yaa Robbi Yaa AlimulHal.mp3
25 Bi Rojauka.mp3
26 Bijahil Musthofalmuchtar.mp3
27 Binafsi Afdii.mp3
28 Allaahu Allaah.mp3
29 Ahlan wasahlan Binnaby.MP3
30. Yaa Rabbama.mp3
31. Qod Kafaanii Ilmu Robbi.mp3
32. Yaa Rabbila'liman.mp3
33. Ilaahi Nas'aluka.mp3
34. Sholatun (Vol.7).mp3
35. Miftahul Jannah (Vol.7).mp3
36. Ya Hadi (Vol.7).mp3
37. Allahumma (Vol.7).mp3
38. Marhaban ya Nurol'aini (Vol.7).mp3
39. Burdah (Vol.7).mp3
40. Ya Kaadul (Vol.7).mp3
41.Alfa Shollalloh (Vol 6).mp3
42.Khoirol Bariyah (Vol 6).mp3
43.Assalamu 'alaik (Vol 6).mp3
44.Sholawat Badar (Vol 6).mp3
45.Thola'albadru (Vol 6).mp3
46.Khobiri (Vol 6).mp3
47. Alfa Sholallah (Live Mataram).mp3
48. Allahumma Sholli Ala Muhammad (Live Mataram).mp3
49. Tholama Asyku (Live Mataram).mp3
50. Ya Waridal (live Mataram).mp3
51. Allahumma Sholli 'ala Muhammad (Live Sragen).mp3
52. Pra-Annabi Shollu 'Alaih (Live Sragen).mp3
53. Pra-Shallallahu 'ala Muhammad (Live Sragen).mp3
54. Pra-Qod tamammallah (Live Sragen).mp3
55. La Ilaha Illallah (Allah-Allah)- (Pertamina Bersholawat).mp3
56. Sholatun Bissalamil Mubin (Pertamina Bersholawat).mp3
57. Ya Badrotim (Pertamina Bersholawat).mp3
58. Sholli wa Salim (Pertamina Bersholawat).mp3
59. Assalamu 'Alaik Zainal Anbiya' (Pertamina Bersholawat).mp3
60. Ya Habib (Pertamina Bersholawat).mp3
61. Ya Laqolbin (Pertamina Bersholawat).mp3
62. Ya Rasulullah Ya Nabi (Pertamina Bersholawat).mp3

63. Syi'ir - Syi'iran (Syair tanpo Waton) - Habib Syech (Live Kudus 2011)
64. Ya Hanana - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
65. Solatun - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
66. Ya Habibana Sya'ailillah - Habib Syech (Live Kudus 2011)
67. Ya Rasulallah - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
68. Ya 'Ala Golbin - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
69. Ya Habibi - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
70. Ya Habibana - - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
Untuk selanjutkan akan menyusul.


DOWNLOAD PENGAJIAN :
  1. Kajian bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf tanggal 24-Oktober-2011
  2. Kajian Rutin Majlis Ahbabul Musthofa Bersama Habib Syech tgl 14-Desember-2011   
  3. Kajian di rumah Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf tgl 28-Desember-2011  
  4. Sukoharjo Bersholawat bersama Habib Syech dan Gus Karim
  5. Kajian Rutin Majlis Ahbabul Musthofa Bersama Habib Alwi Bin Al Habsyi tgl 4-Januari-2012
  6. Sholawatan di Ponpes Sunan Pandanaran  
  7. Pertamina Bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf 
  8. Kajian Rutin Majlis Ahbabul Musthofa tanggal 11-Januari-2012 
  9. Lantunan suara adzan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf 
  10. Kajian Rutin Majlis Ahbabul Musthofa tanggal 18-Januari-2012 bersama KH Abdullah Sa'ad
  11. Pengajian Jamuro tanggal 1-Februari-2012 Bersama Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf
  12. Pengajian Jamuro tanggal 3-Februari-2012
  13. Sholawatan di Krapyak Jogyakarta tanggal 25-Februari-2012
  14. Sholawatan di Sragen tanggal 8-Maret-2012 Bersama Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assega 
20.19 | 2 komentar | Read More

APAKAH SUARA WANITA ITU ADALAH AURAT ?

Written By Unknown on Sabtu, 25 Februari 2012 | 16.59


APAKAH SUARA WANITA ITU ADALAH AURAT ? : Ucapan wanita tidaklah haram dan bukan aurat. Akan tetapi, bila si wanita melunakkan suaranya dan melembutkannya, serta berucap dengan gaya bicara yang bisa membuat orang lain tergoda, itu baru haram. | “Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan hingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit.” (Al-Ahzab: 32)

Haramkah Wanita Memperdengarkan Suaranya?
Apakah suara wanita haram sehingga ia tidak boleh berbicara dengan pemilik warung/kios di pasar guna membeli kebutuhannya, walaupun tanpa membaguskan dan melembutkan suaranya? Begitu pula, dengan rasa malu ia mengajak bicara tukang jahit saat ia hendak menjahitkan pakaiannya?
Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah berkata, “Ucapan wanita tidaklah haram dan bukan aurat. Akan tetapi, bila si wanita melunakkan suaranya dan melembutkannya, serta berucap dengan gaya bicara yang bisa membuat orang lain tergoda, itu baru haram. Ini berdasarkan firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala:
“Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan hingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit.” (Al-Ahzab: 32)
Dalam ayat di atas, Allah Subhaanahu wa Ta’ala tidak mengatakan, “Maka janganlah kalian berbicara dengan para lelaki.” Tetapi, Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengatakan, “Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan.”
Tunduk dalam ucapan lebih khusus daripada berbicara secara mutlak1.
Dengan demikian, tidak mengapa seorang wanita berucap kepada lelaki bila tidak menimbulkan fitnah. Dahulu ada wanita mendatangi Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan mengajak bicara beliau, sementara orang-orang mendengar ucapan si wanita dan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam  pun menjawab ucapannya. Hal itu tidaklah dianggap sebagai kemungkaran.
Hanya saja, tidak boleh berduaan saat berbincang dengan seorang wanita, melainkan harus ditemani mahram si wanita dan tidak menimbulkan fitnah. Karena itulah, seorang lelaki tidak diperkenankan menikmati suara wanita, sama saja baik ia menikmatinya sebagai kesenangan yang biasa (karena kemerduan suaranya, misalnya, pen.) maupun karena kesenangan syahwat. Wallahul muwaffiq.” (Fatawa Manaril Islam, 3/835—836, dinukil dalam Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hlm. 688)
Melembutkan Suara
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan hingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit.” (Al-Ahzab: 32).  Sementara diketahui, tabiat seorang remaja putri, ia merasa malu dan memerah wajahnya bila berbicara dengan lelaki mana pun. Apakah ini termasuk hal yang dilarang bila sampai suaranya berubah saat ia terpaksa berbicara?
Jawab:
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab, “Pertama:Seorang wanita tidak boleh berbicara dengan lelaki yang bukanmahramnya (ajnabi) kecuali bila dibutuhkan dan dengan suara yang tidak membangkitkan syahwat lelaki. Juga si wanita tidak boleh memperluas pembicaraan dengan lelaki ajnabi melebihi kebutuhan.
Kedua: Melembutkan suara yang dilarang dalam Al-Qur’an adalah melunakkansuara dan membaguskannya sehingga dapat membangkitkan fitnah.Oleh karena itu, seorang wanita tidak boleh mengajak bicara lelaki ajnabi dengan suara yang lembut. Ia tidak boleh pula berbicara dengan lelaki ajnabi sebagaimana berbicara dengan suaminya, karena hal tersebut dapat menggoda, menggerakkan syahwat, dan terkadang menyeret kepada perbuatan keji. Sementara itu, telah dimaklumi bahwa syariat yang penuh hikmah ini datang untuk menutup segala jalan/perantara yang mengantarkan kepada hal yang dilarang.
Adapun perubahan suara si wanita karena malu tidaklah termasuk melembutkan suara. Wallahu a’lam.”
(Jaridah al-Muslimun no. 68, sebagaimana dinukil dalam Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hal. 689—690)
Sumber :
"طبيب الطب النبوي | Dokter Pengobatan Nabawi |" 
16.59 | 0 komentar | Read More

HUKUM MEMBUNUH SEMUT, KECOA, JANGKRIK DAN SEMISALNYA

Written By Unknown on Jumat, 24 Februari 2012 | 05.27


Pertanyaan:
Binatang-binatang melata yang ada di rumah seperti semut, jangkrik dan binatang sejenisnya. Bolehkah membunuhnya dengan air, atau dibakar atau apa yang harus saya lakukan?

Jawab:
05.27 | 0 komentar | Read More

Tukar Menukar Bayi Untuk Disusui

Written By Unknown on Selasa, 14 Februari 2012 | 16.49

Pertanyaan:

Seorang wanita memiliki bayi laki-laki dan seorang wanita lainnya memiliki bayi perempuan. Mereka saling bertukar menyusui. Siapakah di antara saudara-saudara kedua wanita itu yang halal menikah dengan anak yang kedua tadi?


Jawaban:
Jika seorang wanita menyusui bayi sebanyak lima kali susuan atau lebih dalam kurun waktu dua tahun (pertama), maka anak yang disusui itu menjadi anaknya dan anak suaminya sebagai penyebab tersedianya air susu tersebut, semua anak-anak wanita itu baik dari suaminya itu (sebagai penyebab adanya air susu tersebut) atau lainnya menjadi saudara-saudara si anak tersebut. Saudara-saudara wanita itu menjadi paman-paman si anak dan saudara-saudara suaminya (yang menjadi penyebab adanya air susu tersebut) menjadi paman-pamannya si anak. Ayahnya si wanita menjadi kakeknya si anak, ibunya si wanita menjadi neneknya si anak, ayahnya suami si wanita (yang menjadi penyebab adanya air susu tersebut) menjadi kakeknya si anak, dan ibunya suami si wanita (yang menjadi penyebab adanya air susu tersebut) menjadi neneknya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala tentang wanita-wanita yang haram dinikahi,


"Ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan.." (An-Nisa': 23)

dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ,

 
"Diharamkan karena susuan apa yang diharamkan karena garis keturunan."(HR. Al-Bukhari, kitab asy-Syahadat (2645). Ibnu Majah dalam kitab ar-Radha' (1939)).


juga berdasarkan sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam ,

 
"Tidak dianggap penyusuan kecuali dalam dua tahun (pertama)." (HR. Al-Baihaqi dalam kitab ar-Radha' (15441)).


Dan berdasarkan riwayat dalam Shahih Muslim, bahwa Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata, "Dulu yang ditetapkan al-Qur'an adalah sepuluh kali susuan menyebabkan haram (dinikahi), kemudian dihapus menjadi lima kali susuan. Dan ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, ketetapannya masih seperti itu." Dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dengan lafazh serupa, asalnya disebutkan dalam Shahih Muslim.

Sumber:

Majalah Al-Buhuts, edisi 30, hal. 119, Syaikh Ibnu Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.


16.49 | 0 komentar | Read More

Jin Dari Api: Bagaimana Ia Disiksa Dengan Api Juga?

Written By Unknown on Minggu, 12 Februari 2012 | 20.23

Syaikh Ibnu Jibrin
Pertanyaan:

Apakah jin yang beriman akan masuk surga? Jika jin diciptakan dari api, lalu bagaimana mereka diadzab dengan api?

Jawaban:

Tidak diragukan lagi bahwa jin yang beriman akan diberi pahala di akhirat dengan pahala yang layak buat mereka. Sedangkan mereka yang kafir akan diadzab, sebagaimana firman Allah yang menceritakan tentang jin,


"Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebena-ran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam." (Al-Jin: 14-15)

Diciptakannya mereka dari api tidak menghalangi mereka diadzab dengan api. Sebab api akhirat lebih panas daripada api dunia 70 kali lipat. Mungkin juga mereka mendapatkan api yang untuk mengadzab mereka. Perkara akhirat berbeda dengan perkara dunia.


Rujukan:

Al-Lu'lu' al-Makin min Fatawa Ibn Jibrin, hal. 9. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.


20.23 | 0 komentar | Read More

Hukum Pakaian Ketat atau Terbelah

Syaikh Ibnu Utsaimin
Pertanyaan: 

Akhir-akhir ini sering terlihat dalam pesta perkawinan bahwa sebagian wanita memakai pakaian yang keluar dari adat kebiasaan masyarakat kita, dan mereka beralasan bahwa pakaian itu hanya dipakai di antara kaum wanita saja. Di antara model pakaian tersebut ada yang ketat yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh dan ada model yang memiliki belahan pada bagian atas hingga batas yang memperlihatkan dada atau punggung serta ada model yang memiliki belahan pada bagian bawah hingga bagian lutut atau kurang sedikit, bagaimana ketentuan hukum syara' tentang memakai pakaian tersebut? dan apakah yang mesti dilakukan oleh wali wanita berkenaan dengan hal tersebut? 



Jawaban:

Dalam hadits Shahih yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah Shallallahu 'alaihi wa sallam , ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا : قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسُ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسَهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ اْلمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ اْلجَنَّةَ 
وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا


"Dua golongan manusia termasuk ahli neraka dan aku belum pernah melihatnya yaitu; kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pukulkan kepada orang-orang serta wanita yang memakai pakaian tapi telanjang yang berjalan lenggak-lenggok serta bergoyang-goyang, kepalanya seperti punuk seekor unta yang besar. Niscaya mereka tidak akan masuk surga serta tidak akan mencium bau harumnya. Sesungguhnya bau harum surga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian." (HR. Muslim, bab pakaian; dan bab surga serta kenikmatannya, (2128))


Adapun yang dimaksud sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam , "Berpakaian tapi telanjang" yakni mereka memakai suatu pakaian yang tidak menutupi bagian tubuh yang telah diperintahkan; baik karena pendek, tipis atau ketat.

Berkenaan dengan hal tersebut; Imam Ahmad telah meriwayatkan dalam Musnadnya dengan sanad yang agak lemah dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu 'anhu , seraya berkata, "Suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memberiku pakaian buatan daerah Qibthi -salah satu jenis pakaian- dan aku memakaikannya kepada istriku, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


مُرْهَا فَلْتَجْعَلْ تَحْتَهَا غِلاَلَةً إِنيِّ أَخَافُ أَنْ تَصِفَ حَجْمَ عِظَامِهَا


"Perintahkanlah kepadanya supaya memakai kain tebal di bawahnya (sebagai lapisannya), karena aku khawatir lekuk tulang-tulangnya akan tampak." (HR. Ahmad (21279))


Selain itu, pakaian tersebut memperlihatkan bagian atas dada, dan hal itu bertentangan dengan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam firmanNya,

"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya." (An-Nur: 31).


Al-Qurthubi berkomentar dalam tafsirnya, "Hendaklah seorang muslimah menutupkan kerudungnya ke dadanya supaya menutupinya." Selanjutnya al-Qurthubi mengutip sebuah atsar dari Aisyah Radhiyallahu 'anha , bahwa Hafshah puteri saudara perempuannya Abdurrahman bin Abi Bakar Radhiyallahu 'anha datang kepadanya dalam keadaan memakai kerudung yang memperlihatkan lehernya, maka tidak ada tindakan yang dilakukan Aisyah selain merobeknya, seraya berkata, "Kerudung yang semestinya dipakai adalah kerudung yang tebal dan menutupi dada."

Jadi tidak diperbolehkan memakai pakaian yang ada belahan pada bagian bawahnya jika di bawahnya tidak dilapisi dengan pa-kaian lain yang menutupi kaki, tetapi jika di bawahnya dilapisi dengan pakaian lain yang menutupi kaki, maka hal itu tidak menjadi masalah, kecuali jika pakaian itu menyerupai pakaian kaum laki-laki, maka pakaian itu haram dipakai bagi wanita dengan alasan menyerupai kaum laki-laki.

Berdasarkan uraian di atas, maka diwajibkan kepada wali anak perempuan untuk mencegahnya dari segala jenis pakaian yang diharamkan dan keluar rumah dalam keadaan terbuka serta memakai wewangian, karena kelak pada hari kiamat niscaya wali-nya akan dimintai pertanggungan jawab tentangnya, yaitu pada suatu hari di mana pada hari itu,

"Seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong." (Al-Baqarah: 48)


Rujukan:
Fatawa Mu'ashirah, hal. 23-24. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Kategori: Pakaian - Perhiasan


20.20 | 0 komentar | Read More

Kaum Laki-Laki Memperoleh Bidadari Di Jannah, Lalu Wanitanya ?

Pertanyaan?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Disebutkan bahwa kaum laki-laki akan memperoleh bidadari di jannah, lalu bagi kaum wanitanya ?

Jawaban.
Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman mengenai nikmat yang diperoleh bagi ahli jannah.

"Artinya : Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [Fushilat : 31-32]

"Artinya : Di dalam jannah itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal didalamnya" [Az-Zukhruf : 71]

Sudah maklum juga bahwa 'zuwaj" merupakan termasuk hal yang diinginkan oleh hati dan ini bisa didapatkan oleh ahli surga, baik yang laki-laki mupun wanita. Kaum wanita dipasangkan oleh Allah di dalam jannah dengan suaminya yang dahulu dalam hidupnya di dunia. Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Ya Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, Engkau-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" [Ghafir : 8]


[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan]

20.15 | 0 komentar | Read More

LAUTAN ILMU

Siapa sih yang gak kenal dengan  Imam Ghazali? Seorang ulama terkenal yang namanya masih terngiang sampai sekarang di seluruh penjuru dunia. Namun tahukah anda, Al Ghazali sebenarnya adalah nama sebuah desa. Imam Ghazali mempunyai nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Ahmad. Lahir di kota Khurasan tahun 450 H/1058 M. Beliau dikenal dengan sebutan Al Ghazali karena ayahnya adalah seorang pekerja pemintal wol yang berasal dari desa Ghazalah.
Beliau dilahirkan di tengah keluarga yang taat akan perintah agama, sehingga membuat dirinya untuk selalu mendalami, memahami, dan mempelajari lebih jauh tentang keislaman. Besar keinginannya utnuk selalu mendalami keislaman sehingga dirinya belajar pada pada ulam yang trekemuka. Beliau belajar kepada Ahmad bin Muhammad Al Razhani Al Thusi, kemuidan dilanjutkan belajar di lembaga pendidikan yang dipimpin oleh Abu Nash Al Ismail. Beliu juga belajar ilmu tasawwuf kepada tokoh sufi yang terkeal dari Thus yaitu Syekh Yusuf Al Nassaj.
Namun ternyata beliau  merasa belum cukup sehingga beliu memutuskan untuk meninggalkan Thus. Di Kota Nasyapur, beliau mendalami dan mempelajari ilmu tasawwuf kepada Abul Ma’aal Al Juwwini yang bergelar Imam Al Haramanij. Di kota ini, beliau juga belajar pada tokoh lain seperti Syekh Abu Ali Fadl bin Muhammad bin Ali Al Farmadi. Untuk menguji ilmu tasawwufnya, beliau pergi ke kota Mu’adkar untuk mengikuti diskusi dan seminar yang dihadiri oleh para tokoh intelektual. Imam Ghazali sangat cerdas, sehingga membuat dirinya diangkat sebagai Guru Besar di perguruan Tinggi Nidhamiyyah, beliau mengajar ilmu filsafat. Tahun 488 H beliau pindah ke Damaskus. Di kota inilah beliau banyak menggunakan waktu luangnya untuk berdzikir dan bertaqarrub kepada Allah. Beliau mendatangi Baitul Maqdis di Palestina. Setiap hainya beliau memasuki Qubbatus Sahra untuk berdzikir di dalam Baitul Maqdis. Setela puas, beliau pergi ke Mekkah untuk beribadah haji dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Beliau kembali ke bagdad untuk mengajar di Nidzamiyyah. Pada usia yang cukup tua beliau kembali ke Thus dan mendirikan lembaga pendidikan Khanaqah. Belia wafat pada hari Senin tanggal 14 Jumadil akhir tahun 505 H dan mendapat gelar Hujjatul Islam.
karung al ghazaliNama sebenarnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al Ghazali. Ia  dilahirkan di Kampung Ghazalah termasuk kedalam wilayah Thus pada tahun 450 H. Dalam menuntut ilmu, ia senantiasa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain sekitar Thus, lalu ke Jurjan dan terakhir di Naisabur untuk belajar langsung kepada Imam Al Haramain sehingga menjadi muridnya yang teristimewa. Lewat gurunya, Al Ghazali bertemu dengan Menteri Nizhomul Muluk. Setelah Imam al Haramain wafat, Menteri Nizhomul Muluk mengetahui kemampuan Al Ghazali, segeralah ia menempatkannya pada kedudukan terhormat, yaitu sebagai pimpinan perguruan Al Nizhomiyah, di Bagdad (sebagai pengganti gurunya).
Kedudukan itu diraih Al Ghazali setelah melalui berbagai komunikasi dan dialog dengan para ulama pada berbagi diskusi ilmiah yang memperoleh perhatian Menteri Nhizomul Mulukk. Menteri ini sendiri menghadiri diskusi tersebut tidak kurang dari tiga ratus kali bresama para ulama.
Belakangan Al Ghazali seperti meninggalkan kehidupan duniawi dengan berbagai keindahannya. Ia meninggalkan Bagdad unutk menjalani kehidupan seperti seorang sufi, pada tahun 488 H, sambil menunaikan ibadah haji ke Mekkah Al Mukarramah. Setelah menunaikan ibadah haji, ia menuju Syam dan tinggal di sana sebagai orang zahid. Dalam keterasingannya di Syam, beliau menulis karyanya yang terkenal Ihyaa Ulumuddin. Setelah itu, ia pindah ke Baitul Maqdis.
Setelah itu ia pindah lagi ke Mesir dan tinggal di Iskandariyah untuk beberapa lama. Ibnu Khalikan menerangkan : Sesungguhnya Al Ghazali berlayar mengarungi lautan menuju Magrib (maroko) supaya bertemu dengan Amir Yusuf bin Tashfin, penguasa Marokisy. Namun ditengah perjalanan, ia mendengar kematian Amir Yusuf sehingga Al Ghazali mengurungkan niatnya dan kembali pulang.
Setelah beliau kembali ke Bagdad, ia menuju daerah asalnya yaitu Khurasan. Di sini, Al Ghazali mengajar Madrasah Al Nizhomiyah di Naisabur untuk beberapa lama. Selanjutnya kembali ke Thus, Al Ghazali juga mengajar di Madrasah Fuqaha dan membimbing jamaah kajian tasawwuf. Al Ghazali selalu membagi waktunya untuk ibadah, mengajar, menghadiri majelis para sufi sampai wafat menjemputnya tahun 505 H di kota Thobrn, daerah Thus.
Al Ghazali hidup pada masa pemerintahan Bani Saljuk. Kebijakan pemerintah ini bnayak mendorong dan membantu madzhab Ahlussunnah Waljamaah daripada madzhab Syiah. Namun pada masa ini merupakan masa sedang berkembangnya madzhab bathiniyyah (kebatinan). Hanya saja pada masa ini, berkembang pula berbagi aliran filsafat sehingga tidaklah aneh kalau pada masa itu sendiri, sebenarnya telah memanggil Al Ghazali untuk tampil menghadapinya. Para penganut madzhab itu perlu dilawan dan Al Ghazali membuktian kepalsuan serta melawan gerakannya. Bahkan tampaknya Al Ghazali telah emnabuh gendering perang melawan pola pikir mereka. Al Ghazali tampil menghadapi serangan dan intimidasi mereka dari berbagai sisi dan arah. Upaya ini ditempuhnya melalui diskusi, dialog, dan berdebat, baik dengan makalah maupun dengan sejumlah karya tulis ilmiah.
kartun al ghazali(ref.  Hermawan dan Jitet Koestono .(1997). “Cergam Karung Mutiara Al-Ghazali”, KPG, Jakarta)
Berikut beberapa tulisan Al Ghazali :
  1. Tahaafutu al Falaasifah
  2. Maqaashidu al Falaasifah
  3. Aqiidah Ahlu al Sunnah
  4. Fadhaaihu al Bathiniyah
  5. Faishal al Tafriiqah Baina al Islaam wa al Zindiqah
  6. Tanziihu al Qur’an al Mathaa’in
  7. Al Tibru al Masbuuk fii Nashiihah al Muluk
  8. Mukhaasyafatu al Quluub
  9. Al Munqidzu Min al Dlalaal
  10. Mizananu al Amal
  11. ‘Ijaamu al Awam an Ilmi al Kalaa
  12. Ihyaa Uluumu al Diin
  13. Al Waasith fii Ilmi al Fiqhi
  14. Al Basiith fii Ilmi al Fiqhi
  15. Al Waajiz fii Ilmi al Fiqhi
  16. Al Khulashaatu fii Ilmi al Fiqhi
  17. Al Mustashfaa fii Ilmi al Manthiqi
  18. Al Risaalah al Laduniyah
  19. Bidaayatu al Hidayah
  20. Mi’yaru al Ilmi fii Ilmi al Manthiqi
  21. Minhaju al Abidin fii at Tasawwuf
  22. dll
Masya Allah, sungguh banyak karya yang telah dihasilkan oleh seorang Al Ghazali. Bayangkan, berapa banyak orang yang telah membaca karyanya tersebut. Meskipun telah lama wafat, namun namanya masih tetap saja didengungkan banyak orang di seluruh penjuru dunia. Allah seperti mengekalkan dirinya dari ‘kematian’. Subhanallah. Al Ghazali juga merupakan sosok yang berhasil menggabungkan ilmu tauhid, ilmu fiqih dan ilmu tasawuf dalam satu kesatuan yang utuh. Menurutnya, ketiganya saling berkaitan dan hendaknya dimiliki dengan sempurna oleh seorang muslim. Seperti yang tertuang dalam karyanya yang agung, Ihya Ulumuddin. Semoga kita bisa memperoleh berkah dari ilmu yang luasnya laksana lautan, amiin…


by : http://pondokhati.wordpress.com
16.23 | 0 komentar | Read More

SPOTFLAS